Now Reading
Aneka Hidangan Pernikahan Adat Bali yang Sangat Lezat

Aneka Hidangan Pernikahan Adat Bali yang Sangat Lezat

Setiap acara pernikahan di Indonesia hadir dengan nuansa yang berbeda beda. salah satu hal yang dinantikan para pengunjung pada setiap acara pernikahan adalah hidangan kulinernya. Setiap adat budaya menghadirkan hidangan kuliner berbeda beda. Beruntungnya kita sebagai masyarakat yang beraneka ragam, bisa menikmati seluruh hidangan kuliner tradisional tersebut. Adat Bali termasuk salah satu yang sangat menarik di Indonesia. Upacara pernikahan adat Bali berbeda dengan adat lainnya. Dalam hal kulinernya juga masyarakat Bali menghadirkan kuliner dengan cita rasa sendiri. Banyak kuliner adat Bali yang sudah terkenal hingga mancanegara. Biasanya pada acara perkawinan, kuliner tersebut ikut dihidangkan. Berikut kami rangkum beberapa hidangan pernikahan adat Bali yang menghadirkan cita rasa lezat. 

Ayam Betutu

Ayam betutu termasuk salah satu hidangan tradisional yang sangat populer dari Bali. Dalam acara pernikahan adat Bali, ayam betutu ini sering disajikan sebagai hidangan utama. Ayam betutu merupakan ayam kampung yang dioleh dengan bumbu betutu. Bumbu betutu tersebut terbuat dari rempah – rempah pilihan. Nantinya bumbu tersebut dimasukkan ke dalam perut ayam. Lalu ayam tersebut dibungkus dengan daun pisang, kemudian dipanggang di atas bara api. Lama proses pemanggangan bisa sampai 24 jam lebih. Dengan demikian bumbu betutu tersebut akan meresap ke seluruh daging ayam, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih dan lezat. Ayam betutu selalu menjadi hidangan favorit dalam acara pernikahan. 

Bubur Mengguh

Kuliner tradisional lain yang juga selalu hadir dalam acara pernikahan masyarakat Bali adalah Bubur mengguh. Bubur mengguh ini juga menjadi incaran para tamu karena rasanya sangat menggugah selera. Bubur mengguh ini terbuat dari beras terbaik yang dimasak dengan santan. Setelah menjadi bubur, di atasnya kemudian ditaburi ayam suir beserta daun bawang, lalu kemudian disiram dengan kuah kaldu ayam. Biasanya kaldu tersebut dibuat agak kental sehingga menghasilkan rasa yang padu dengan bubut tersebut. Agar rasanya semakin nikmat, bubur mengguh ini biasanya sijikan bersama urap sayur. Bisa dipastikan para tamu undangan pasti ketagihan dengan bubur mengguh ini.  

Sate Lilit

Kuliner tradisional lainnya yang juga dijadikan sebagai hidangan pernikahan adat Bali adalah sate lilit. Sate lilit juga menjadi makanan khas Bali yang sudah sangat populer. Di beberapa rumah makan, baik di Bali maupun kota lain sangat mudah menemukan sate lilit, karena cita rasanya sangat unik. Sate lilit ini terbuat dari daging ayam yang dicincang halus, lalu dililitkan pada batang serai. Kemudian daging tersebut akan diberikan bumbu rempah rempah, lalu kemudian dibakar dengan api kecil. kunci kelezatan sate ini terletak pada bumbu yang ditaburi serta batang serai tersebut. Saat dibakar, air dari batang serai akan keluar dan meresap ke daging ayam. Dengan demikian rasa yang dihadirkan dari sate lilit ini adalah lezat, gurih, dan rasa bumbunya sangat kuat. 

See Also

Tum Ayam 

Jenis kuliner tradisional lain yang juga sering menjadi hidangan utama pada acara pernikahan adat Bali adalah tum ayam. Tum ayam ini sebenarnya mirip dengan pepes di kuliner Jawa. Pada tum ayam, daging ayam sebagai bahan utamanya akan dicincang dalam bentuk kasar. Lalu daging tersebut akan diberi bumbu khas Bali, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Setelah dibungkus rapi, tum ayam ini akan dikukus hingga matang. Beberapa orang mengganti bahan utamanya menjadi daging bebek. Rasa yang dihadirkan tum ayam ini juga sangat lezat. 

Sate Plecing

Selain sate lilit ada juga jenis satu lain dari kuliner Bali yang sering disajikan sebagai hidangan pada acara pernikahan, satu tersebut adalah sate plecing. Sate plecing berbeda dengan sate lilit. Sate plecing bisa terbuat dari daging ayam atau juga daging ikan. Sate ini menggunakan bumbu plecing sebagai bumbu utamanya. Sehingga rasa yang ditimbulkan pada sate ini adalah rasa pedas dan segar. Sate ini juga diberikan perasan air jeruk limau, sehingga rasa sate plecing semakin segar. Sate ini rasanya tidak kalah dengan sate lilit, oleh karena itu sering dijadikan sebagai hidangan pada acara pernikahan. Itu lah beberapa hidangan pernikahan adat Bali yang wajib anda coba.

Scroll To Top